Macam Macam Gangguan Penyakit Kulit Pada Anak

Inilah 5 ranking teratas gangguan penyakit kulit pada anak,Indra peraba yang berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh ini,selain memberikan perlindungan pertama terhadap lingkungan sekitar,juga membantu melindungi tubuh dari cedera,infeksi dan zat zat berbahaya. Itulah mengapa kesehatan kulit begitu mempengaruhi tubuh kembang anak.Berikut ini adalah beberapa penyakit kulit yang umum menyerang anak anak beserta cara pencegahan dan penanganannya :
1)   Biang Keringat
      Inilah gangguan kulit yang paling kerap dialami bayi dan anak anak.Banyaknya aktivitas,udara panas,pakaian terlalu tebal / ketat,atau demam tinggi memicu terjadinya gangguan yang sering kerap dikenal sebagai miliaria atau biang keringat atau keringat buntet. Gangguan kulit yang tergolong ringan ini umumnya ditandai bintik bintik melenting berair dan mengkilap dengan atau tanpa disertai rasa gatal.Rasa gatal dan perih biasanya timbul pada kasus biang keringat yang lebih berat.
      Pencegahan dan Penanganan :
      Selesai beraktivitas,seka tubuh anak yang berkeringat dengan waslap basah,lalu keringkan dengan seksama sebelum dipakaikan baju ganti.Baju yang longgar dan terbuat dari bahan yang menyerap keringat (katun),selain lebih nyaman bagi anak juga dapat menghindari dari keringat buntet.Perhatikan ventilasi ruangan di sekitar anak.Jaga kebersihan diri anak dengan mandi 2 kali setiap hari dengan menggunakan sabun.Berikan losion antigatal pada area yang terkena biang keringat.

2)    Eksim
       Eksim adalah penyakit peradangan pada kulit yang ditandai rasa gatal,bersifat kronis (hilang timbul),dan berhubungan dengan penyakit alergi lain,seperti asma.Sebagaian eksim akan tampak sebagai gelembung gelembung kecil berwarna merah berisi cairan jernih.Bila pecah,gelembung itu akan tampak basah,dan jika mengering bisa menjadi koreng kekuningan atau menghitam.Pada bayi,eksim sering muncul di daerah pipi.Orang awam menduga kemunculannya disebabkan tetesan susu di pipi yang tidak segera dibersihkan dan menyebutnya sebagai eksim susu.Sedangkan pada anak anak yang lebih besar muncul didaerah lekukan lengan dan lutut.Gangguan yang bisa timbul mulai usia 3-4 bulan dan dapat berlanjut hingga usia dewasa ini biasanya terpicu oleh kondisi kulit yang cenderung kering.
        Pencegahan dan Penanganan :
        Pemakaian losion pelembab,mandi dengan sabun yang lembut sdan air suam suam kuku dapat membantu mengurangi kekeringan kulit dan munculnya gejala gatal. Sedangkan solusinya perlu dikaitkan dengan penyebabnya.Eksim akibat iritasi sabun atau detergen diatasi dengan menghindarkan bahan bahan penyebab iritasi tersebut dari anak. Pilihlah kosmetik yang sesuai dengan kondisi kulit bayi / anak. Cermati kandungan zat pewarna dan bahan pengawet produk untuk kulit karena dapat memicu alergi dan eksim.perhatikan pula ph-nya
3)    Eksim Seboroik (Kerak Kulit Kepala)
       Kerak kulit kepala dialami hampir 50% bayi baru lahir. Gangguan kulit karena aktifnya kelenjar minyak pada bayi akibat pengaruh hormon dari ibu ini, bersifat sementara dan akan hilang sendiri seiring dengan berkurangnya kadar hormon ibu dalam tubuh si bayi.Kerak kepala berupa sisik pada kulit kepala yang berwarna kekuningan sebaiknya dibersihkan,karena selain menggangu penampilan dan membuat gatal,juga bisa menggangu pertumbuhan rambut bayi.
       Cara membersihkannya cukup sederhana :
       -   siapkan baby oil atau minyak kelapa,sisir sikat yang halus,sampo bayi dan waslap.gunakan hanya produk khusus bayi
       -   oleskan minyak pada kulit kepala bayi yang berkerak sambil dipijit perlahan,biarkan kira kira 12 jam atau diinapkan semalam,agar kerak melunak dan mudah dibersihkan.Anda bisa melakukanya pada saat bayi tidur,sisir rambut bayi menggunakan sisir sikat halus,sambil mengangkat kerak kepala yang terlepas,lakukan perlahan dan hati hati
       -   cuci rambut dan kulit kepala bayi dengan sampo kusus bayi dan air hangat,bilas sampai bersih,jika masih ada sisa kerak dikepalanya ulangi tahapan diatas keesokannya,jika perlu gunakan serangkaian produk bayi kusus untuk mengatasi dan mencegah kerak kepalayang cukup tebal dan melekat sebaiknya dikonsultasikan pada dokter spesial kulit karena memerlukan pengobatan lebih lanjut
       -   hindari membersihkan kerak kepala dengan paksa karena dapat mengundang luka hingga menimbulkan resiko infeksi.
4)   Cacar Monyet
       Cacar monyet (impetigo) dapat menyerang semua umur,tetapi risiko terbesar dihadapi anak anak usia sekolah (6-12) yang kurang menjaga kebersihan diri.Bakteri staphylococcus dan streptococcus yang masuk melalui luka,goresan,gigitan seranggga atau pada daerah kulit kering atau meradang dapat menjadi penyebab impetigo.Agar infeksi tidak menulari orang lain,hindari kontak dengan kulit penderita. Lenting berair atau lenting kekuningan (berisi nanah) pada cacar monyet dapat pecah dan meninggalkan kerak kekuningan,atau bercak kemerahan yang bersisik.
       Penanganan :
       Karena membutuhkan pengobatan antibiotik,anak perlu berobat ke dokter spesialis kulit dan kelamin.Untuk pertolongan pertama dan demi mencegah infeksi,basuh bagian tubuh anak yang terkena cacar monyet dengan sepotong kain bersih yang telah dibasahi dengna larutan cuka.Perhatikan juga kebersihan diri anak dari lingkunagn.Cucilah bagian yang terkena infeksi beberapa kali sehari dengan sabun antibakteri atau pembersih.Untuk  melunakkan keropeng dapat menggunakan minyak khusus bayi atau krim khusus untuk bayi.Gunting kuku anak yang menderita impetigo agar garukkannya tidak menyebabkan lemting pecah dan mnyebarkan cairannya kelokasi yang lain.
5)    Cacar Air
       Varisela (cacar air) biasanya diawali dengan demam dan sakit kepala selama 2-3 hari sebelum timbul lenting lenting berair kemerahan disertai adanya kerak kecoklatan yang tersebar hampir di seluruh tubuh.Selama gangguan kulitnya belum kering,penyakit dengan masa inkubasi 7-12 hari ini biasanya menular.Garukan yang terlalu kuat pada lentingan lentingan yang terjadi akan meninggalkan bekas luka ketika sembuh
       Penanganan :
       Pemberian obat antiviris yang diminum maupun dalam bentuk salep umumnya dapat mempersingkat sakit.Salep antivirus dioleskan pada setiap lentingan yang masih utuh maupun yang sudah pecah. tTerkadang,dokter memberikan antibiotik untuk mencegah komplikasi infeksi bakteri.Bedak dapat diberikan untuk mengurangi rasa gatal,meski bukan penyakit berat,demi mencegah terjadinya komplikasi dengan infeksi lain, maka kebersihan diri anak tetap harus diperhatikan,terutama jika tubuh anak berkeringat
         Label:

0 komentar:

Poskan Komentar